Jumat, 04 Juli 2014

RAHMI ISKANDAR ZULFI, 1IA13, 57413197



STUDI KASUS 1

MENGKRITISI/MEMBERIKAN ANALISIS DARI SUDUT PANDANG
KOMUNIKASI DAN HUMAN RELATION

Pelamar Kerja
Di California, seorang Manajer SDM di sebuah perusahaan manufaktur, akan mewawancarai seorang pelamar kerja untuk ditempatkan di bagian pengontrolan pabrik. Tidak lama, pintu terbuka dan seorang pemuda berkulit hitam masuk ke dalam  ruangan. Tanpa melihat sang manajer, pemuda tersebut menarik kursi terdekat, dan tanpa dipersilahkan, ia langsung duduk. Ia tidak melihat wajah manajer tersebut malah melihat ke lantai. Manajer terkejut dengan perilaku pemuda tersebut. Meskipun wawancara belum dimulai dan posisi yang dibutuhkan tidak memiliki keterampilan sosial yang kuat, dapat dipastikan pemuda tadi tidak akan lolos seleksi.
SUDUT PANDANG KOMUNIKASI
Pada kasus di atas mungkin disebabkan oleh beberapa faktor seperti pelamar kerja terlalu grogi ataupun kurang percaya diri, sehingga pelamar kerja berprilaku tidak sopan. Dari sifat atau tingkah laku pelamar kerja manajer sudah bisa menyimpulkan atau beranggapan bahwa pelamar kurang kompeten dalam berkomunikasi sedangkan pelamar tersebut ditempatkan di bagian pengontrolan pabrik yang di bagian itu biasanya mengutamakan komunikasi. Manajer berfikir sewaktu wawancara saja pelamar tidak bisa berkomunikasi dengan baik apa lagi dengan konsumen. Dan seharusnya pelamar kerja memperlihatkan kemampuannya kepada manajer kalau dirinya bisa di tempatkan di posisi tersebut.
     SUDUT PANDANG HUMAN RELATIONS 
Pada kasus tersebut human relations yang terjalin antara pelamar kerja dan manajer tidak persuasif karena pelamar kerja tidak menatap muka manajer. Disini manajer bisa beranggapan bahwa pelamar kerja tidak beretika atau kurang dalam sopan santun karena dia langsung duduk tanpa dipersilahkan dan tidak menatap muka manajer, paling tidak etika yang baik sebelum wawancara dimulai adalah berjabat tangan dengan orang yang berkaitan. seharusnya pelamar kerja lebih percaya diri supaya tidak bertingka laku seperti diatas.


                                STUDI KASUS 2

Memberikan persepsi kita mengenai yang di bawah ini :

1.     KOREA
2.     INDONESIA
3.     PADANG
4.     KORUPSI
5.     PRIA WANGI RAMBUTKLIMIS.

1.      Presepsi tentang korea bisa kita lihat dari kebudayaanya akan keberhasilan diplomasi Korea yang berujung pada ekonomi. Berbagai produk yang berasosiasi atau diproduksi Korea mulai kompetitif karena kaya akan teknologi yang sangat berkembang pesat. Pencitraan positif terhadap budaya Korea juga mampu mengangkat citra berbagai produk yang dihasilkan Korea. Dari segi Film dan drama Korea juga sudah memadukan kolaborasi budaya modern dan tradisional. Selain itu budaya ini sangat kental dengan boyband dan girlband tentunya. Budaya popular di balut tradisionalisme Korea diangkat lakyaknya sebuah industri.

2.      Seperti yang kita ketahui di Indonesia terdapat berbagai macam budaya, ras dan agama. Selain itu Negara Indonesia juga merupakan Negara Kepulauan. Kebudayaan Indonesia jika kita lihat dari segi dinamika budaya populer yang terus berkembang sampai sejauh apa dan sejauh mana yang menyebabkan kebudayaan Indonesia sedang mengalami turbulensi identitas. Kemunculan boyband, hegemoni musik korea, pencitraan para selebritis, pasar yang goyah, dinamika anak muda yang labil, budaya instant, kelatahan, dan pemberitaan media tanpa arah memberikan kita refleksi cukup penting tentang seperti apa arah kebudayaan populer di Indonesia menjelang akhir dekade ini. Maka tidak aneh, anak muda sebagai basis target paling empuk dari budaya populer menjadi massa yang labil, inotentik, dan tanpa identitas. 

3.      Kebudayaan padang bisa kita lihat dari segi cara dia memenuhi kebutahan hidup (Berdagang) dan  beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Seperti yang kita ketahui  orang padang memang cenderung lebih bersifat ekonomis atau perhitungan karena kehidupan masyarakatnya memang seperti itu lebih banyak berdagang. Namun disisi lain, orang padang terkenal dengan kemampuannya yang sangat baik dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Orang padang itu merupakan salah satu suku yang paling banyak tersebar di Indonesia. Selain itu orang padang terkenal dengan adat istiadatnya yang  menghormati orang tua dan mengerti akan etika, sopan santun dan taat pada agama.  Padang juga merupakan kota budaya, wisata dan juga  memiliki  sistem pendidikan yang baik.

4.      Mungkin korupsi sudah tidak asing lagi bagi bangsa kita yaitu Indonesia, Indonesia menjadi salah satu negara didunia sebagai negara yang tingkat korupsinya termasuk besar. Dari pejabat tinggi negara sampai bawahanya pun banyak yang telah menjadi pelaku korupsi atau koruptor. Saya tak bisa habis pikir apa yang mereka pikirkan mengapa mereka berani mengambil atau mencuri uang yang bukan hak mereka. Uang yang seharusnya digunakan untuk keperluan negara malah mereka gunakan untuk keperluan pribadi mereka. Kotuptor  memperlambat pembangunan Negara dan koruptor juga membodohkan orang lain. Pemerintah telah berusaha keras untuk memberantas korupsi di Indonesia dengan membangun berbagai lembaga untuk memberantas koruptor. Seharusnya tindakan pemerintah berjalan dengan baik dan indonesia terbebas dari namanya koruptor. Mungkin kita sadar bahwa korupsi tidak asing dalam kehidupan kita, maka sebab itu kita harus menjauhkan yang namanya korupsi, baik dengan nominal kecil maupun besar seperti yang kita ketahui korupsi itu merugikan orang banyak.

5.      Pria waagi rambut klimis, presepsi yang kita pikirkan tentunya pria dengan penampilan rapi, bersih dan juga beribawa selalu ingin tempil sempurna di depan orang banyak.